Leadership Development Program Untuk Semua

Leadership Development Program Untuk Semua

“Hari ini ramai pak?” Tanya saya pada pak supir taxi bandara siang itu.

“Sepi pak. Gegara wabah Corona, bandara jadi sepi. Ini nunggu dari jam 11 baru jam 14 dapat Bapak. Tapi ya namanya usaha, kadang ramai kadang sepi. Yang penting saya sehat dan masih bisa kerja aja pak.” Jawab pak supir polos. Tampak sedikit senyum di wajahnya.

“Bapak gak takut kena Corona?” Tanya saya kembali.

“Ha3, ya takut lah pak, siapa yang mau sakit? Tapi klo gak narik (bawa taksi), nanti yang dirumah gak bisa makan pak. Walaupun supir saya juga khan pemimpin keluarga. Tugas saya (sebagai pemimpin) untuk jaga keluarga saya, walau takut ya harus tetap narik. Yang penting kita gak panik, gak rusuh, tetap coba sehat. Sisanya ya terserah Tuhan aja pak.” Jawab pak supir dengan nada penuh keikhlasan.

Siang itu, di sebuah taxi saya diingatkan bahwa leadership bukan sekedar mengambil keputusan, namun juga melakukan segala hal yang diperlukan, dalam kondisi sesulit apapun. Lebih dari itu, pak Supir juga mengingatkan saya bahwa setiap leader pada dasarnya adalah follower (dari kekuatan yang lebih besar dari dirinya). Sehingga #leadership dan #followerhip adalah dua sisi dalam satu keping yang sama.

Ada banyak ruang pembelajaran kepemimpinan (leadership) yang bisa kita hadirkan di sekeliling kita. Lewat obrolan sederhana, lewat diskusi, dan lewat bermain. Saya percaya sepenuhnya bahwa bermain (#game) adalah salah satu ruang pembelajaran leadership yang potensial. Dengan hadirnya berbagai bentuk disrupsi, mungkin ini saatnya kita melihat #leadershipdevelopment program dari sisi lain, bukan sebagai sebuah program yang besar, panjang, kompleks, ekslusif tapi sebagai sebuah program yang sederhana, menyenangkan, dan bisa dihadirkan di mana saja. Mungkin ini juga saat yang baik untuk bicara bukan hanya good leadership tapi juga good followership.

Ini yang melandasi kami menghadirkan www.ldrs.xyz, sebuah sesi game based learning khusus terkait leadership (dan followerhip). Harapannya adalah agar kita bisa sama-sama menghadirkan ruang pembelajaran leadership yang sederhana, menyenangkan, bisa dihadirkan di mana saja, untuk semua.

“Leadership and learning are indispensable to each other.”JFK.

Tantangan Bonus Demografi

Tantangan Bonus Demografi

Median umur populasi Indonesia ternyata memuda menjadi 29.3 tahun di tahun 2019 dibandingkan 30.2 tahun di tahun 2018. Artinya populasi angkatan kerja berusia muda masih terus bertambah di Indonesia. Apa yang sedang terjadi di Indonesia? Median umur populasi banyak negara maju (termasuk Cina, Korea & Jepang) terus menua, sementara yang terjadi di Indonesia justru tren sebaliknya. Lalu sampai kapan tren memudanya median umur populasi Indonesia ini akan berlangsung?

Indonesia saat ini sedang mendapatkan yang disebut ‘bonus demografi’ yaitu situasi dimana komposisi jumlah penduduk yang berusia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif (bayi, anak-anak dan lanjut usia). Penduduk usia produktif adalah penduduk yang berada pada rentang usia 15-64 tahun.

Situasi yang dialami ini mirip seperti yang dialami oleh Jepang di tahun 1950, hal ini pula yang mendorong cepatnya kebangkitan Jepang tidak lama setelah Perang Dunia II berakhir. Setiap bangsa akan mengalami periode bonus demografi sekali dalam hidupnya. Jepang saat ini sudah mengalami situasi piramida terbalik akibat menuanya populasi yang bahkan mengarah ke bentuk pipa akibat jumlah penduduk yang meninggal jauh lebih banyak dibandingkan yang lahir.

Bonus demografi ini ditunjukkan oleh rasio dependensi (dependency ratio) yang menunjukkan besarnya penduduk golongan umur produktif yang dapat menghasilkan barang dan jasa ekonomi bagi golongan umur muda (0-15 tahun) dan umur tua diatas 64 tahun (golongan umur tidak produktif). Bonus demografi ini diperkirakan akan mencapai puncaknya di antara tahun 2030 – 2035 yaitu di saat rasio dependensi mencapai titik terendah.

Hal ini berarti lingkungan kerja akan semakin banyak berisi mereka-mereka yang datang dari generasi milenial (gen Y, yang lahir antara tahun 1980 – 2000) yang saat ini mencapai 34% dari total populasi, sementara itu generasi Z (yang lahir antara tahun 2000 – 2020) mulai memasuki dunia kerja. Bayangkan saat ini seorang pemimpin yang saat ini harus menghadapi situasi penuh DVUCA (disruption, vulnerability, complexity, ambiguity) harus mengelola tim yang berisi tiga generasi X, Y dan Z, yang masing-masing mempunyai cara dan sudut pandang berbeda serta pola pikir dan pengalaman yang berbeda pula. Satu-satunya cara bagi seorang pemimpin masa kini untuk dapat selamat dan menang di era DVUCA ini adalah dengan memiliki kemampuan untuk ‘unlearn’ dan ‘relearn’ setiap saat yang membutuhkan ‘adaptivity’ dan ‘agility’ serta kompetensi membangun kolaborasi di antara tiga generasi X, Y, Z.

Asah kemampuan leadership Anda agar relevan dengan kebutuhan industri saat ini dengan mengikuti workshop LDRS.XYZ. Daftarkan diri Anda melalui website www.ldrs.xyz atau hubungi Augi – +62812-8562-611 untuk informasi lebih lanjut.

Median Umur Populasi Indonesia

Median Umur Populasi Indonesia

Median umur populasi Indonesia di 2018 ternyata adalah 30.5 tahun, jauh lebih muda dibandingkan Amerika Serikat (35 tahun), Kanada (42 tahun), Jepang (47 tahun) dan Monaco (53 tahun). Apa artinya bagi kita?

Populasi Indonesia didominasi mereka yang berada di usia produktif. Mayoritas tenaga kerja kita masih berusia (sangat) muda. Usia 30.5 tahun menunjukkan bahwa mereka berasal dari generasi milenial (mereka yang terlahir di antara tahun 1980 hingga 2000). Pertanyaan berikutnya, bagaimana di 2019?

Apakah angka median umur populasi ini akan meningkat (menua) seperti yang dialami Amerika Serikat, Kanada, Jepang & Monaco? Atau sebaliknya malah makin memuda? Lalu apa dampaknya bagi para pemimpin yang sebagian besar masih datang dari generasi X (lahir di antara tahun 1960 hingga 1980)? Bagaimana mengelola team yang terdiri dari dua (bahkan mungkin tiga generasi) berbeda karena para pemilik perusahaan dan dewan komisaris/direksi banyak yang berasal dari generasi ‘boomer’ (mereka yang lahir sebelum 1960)? Apa dampaknya pada kepemimpinan? Apakah masih dapat menggunakan gaya dan cara-cara lama? Atau harus mulai menerapkan kepemimpinan gaya baru yang kami sebut sebagai ‘Leadership XYZ’?

Masih ada kesempatan untuk mengikuti workshop LDRS.XYZ yang akan membahas tuntas tentang Leadership XYZ dengan menggunakan metode Game Based Learning. Daftarkan diri Anda melalui website www.ldrs.xyz dan dapatkan harga spesial untuk 2 orang pendaftar dari perusahaan atau institusi yang sama.

Penuaan Tenaga Kerja

Penuaan Tenaga Kerja

Menurut lembaga konsultasi kelas dunia McKinsey, menuanya populasi dunia merupakan salah satu dari empat perubahan yang menyebabkan terjadinya ‘no ordinary disruption’ (tiga yang lainnya adalah urbanisasi, kecepatan perubahan teknologi & globalisasi). Sampai dengan 2030 nanti persentase kelas pekerja tua (berusia 55 tahun keatas) akan terus bertambah hingga mencapai 22% dari keseluruhan tenaga kerja. Bahkan di Cina, akibat kebijakan 1 keluarga 1 anak 30 tahun yang lalu, tahun 2030 nanti 31% kelas pekerjanya akan berusia diatas 55 tahun. Kelas pekerja yang menua identik dengan produktivitas yang menurun, apabila jumlahnya terus bertambah maka akan berdampak pada menyusutnya PDB suatu negara secara dramatis.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah hingga 2030 nanti Indonesia akan mengalami hal yang sama dimana kelas pekerja tua berusia di atas 55 tahun persentasenya juga akan terus meningkat? Atau sebaliknya? Apa dampaknya bagi para pemimpin? Apa dampaknya pada kepemimpinan?

Jawabannya dapat Anda temukan dengan mengikuti workshop LDRS.XYZ yang akan diadakan pada 20-21 Maret 2020 di U Janevalla Hotel, Bandung. Daftarkan diri Anda segera melalui website www.ldrs.xyz

Negara dengan Populasi yang Cepat Menua

Negara dengan Populasi yang Cepat Menua

Keenam negara di atas (Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Portugal, Yunani dan Italia) adalah negara-negara yang populasinya menua dengan cepat. Keenam negara tersebut mempunyai persentase populasi yang berusia diatas 60 tahun diatas 30% dan terus bertambah setiap tahunnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah populasi Indonesia menua dengan cepat juga? Atau sebaliknya? Lalu apa dampaknya? Bagi gaya hidup dan pola pikir? Apa tantangannya bagi para pemimpin?

Pembahasan lebih dalam tentang masalah ini akan dibahas pada workshop LDRS.XYZ. Daftar sekarang di website www.ldrs.xyz agar tidak kehabisan slot serta mendapatkan berbagai benefitnya!

Median Umur Penduduk Dunia

Median Umur Penduduk Dunia

 

Median Age atau Median Umur adalah umur yang membagi penduduk penjadi dua bagian dengan jumlah yang sama, bagian yang pertama lebih muda dan bagian yang kedua lebih tua daripada ‘umur median’. Umur Median digunakan untuk menunjukkan klasifikasi struktur penduduk apakah termasuk “muda” atau “tua”.

 Tahukah Anda bahwa median umur populasi Amerika Serikat adalah 35 tahun, Canada 42 tahun, Jepang 47 tahun dan yang tertua adalah Monaco 53 tahun. Persentase penduduk berusia di atas 65 tahun juga terus meningkat di negara-negara tersebut. Berapakah median umur populasi Indonesia? Dan apa dampaknya?

Workshop LDRS.XYZ akan membahas secara lengkap tentang median umur dan hubungannya tentang disrupsi saat ini. Temukan informasi lebih lanjut tentang workshop LDRS.XYZ melalui tautan www.ldrs.xyz