Tahu Bulat, Playful Leader, dan Generasi Z-i

“Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih gurih nyoi…,” adalah panggilan khas dari mobil penjual tahu bulat yang biasanya melintas di dekat rumah kami. 

Disaat semua orang mengenal tahu yang berbentuk kotak dan berisi, pengusaha di Ciamis menghadirkan tahu yang yang berbentuk bulat dan kopong. Bukan hanya produknya yang berbeda, open kitchen yang bergerak (di atas mobil pick up/motor) memberikan kesempatan untuk konsumen mendapatkan tahu panas yang digoreng dadakan juga sebuah terobosan yang inovatif. Ditambah jingle yang unik siapa yang tidak kenal suara panggilan tahu bulat yang menggoda. Tidak heran para pengusaha tahu bulat bisa mendapat omset hingga puluhan juta setiap bulannya. Namun belakang popularitas tahu bulat mulai menurun. Sejak pandemi, suara panggilan tahu bulat yang khas bahkan sudah menghilang dari sekitar rumah kami.

Kita melihat produk/servis baru muncul lalu menghilang terganti oleh produk/servis lain yang memang lebih baik, lebih relevan, dan lebih mampu menjawab kebutuhan kita. Sistem dan teknologi yang ada saat ini telah memungkinkan munculnya berbagai kreativitas baru yang mendisrupsi kreativitas lain yang hadir sebelumnya (Seth godin membahas fenomena ini di salah satu podcastnya yang berjudul “creative disruption”). Hal ini telah terjadi berulang kali di masa sebelum pandemi. 

Pandemi covid 19 membuat banyak hal berubah secara total. Sebagian menyebutnya new normal, sebagian melihat ini masa transisi menuju next normal. Bagi saya, ini adalah satu masa di mana berbagai bentuk creative disruption akan hadir lebih cepat, lebih kuat, dan lebih luas. Satu masa ketika setiap organisasi punya kesempatan untuk menghadirkan produk dan servis yang lebih baik. Di saat yang sama, setiap kita juga harus siap dihantam oleh produk/servis yang lebih baik.

Steve Johnson lewat bukunya yang berjudul Wonderland: How Play Made the Modern World mengungkapkan bahwa banyak inovasi yang mengubah dunia hadir dari mereka yang bermain, berani bereksperimen dengan berbagai ide baru, melakukan banyak hal dengan cara yang beda, semata karena mereka menikmatinya. Berinovasi di tengah pandemi tentu bukan hal mudah, namun di sisi lain ini mungkin saat terbaik untuk menghadirkan Playful Leader. Seseorang yang memiliki rasa ingin tahu yang menggebu serta semangat besar untuk selalu belajar banyak hal baru (curious).  Seseorang yang mampu berkreasi dan menghadirkan solusi bahkan dalam segala keterbatasan yang ada (creative). Seseorang yang memiliki keberanian untuk melihat dari banyak sudut pandang dan bereksperimen dengan penuh kegembiraan (courageous). Sehingga mampu memotivasi seluruh organisasinya untuk bisa beradaptasi, berinovasi, dan bertransformasi untuk terus menjadi lebih baik lagi.

Bayangkan jika kita bisa menghadirkan Playful Leader di setiap tingkatan organisasi. Dari level negara, perusahaan, institusi pendidikan, hingga keluarga. Kita bukan hanya akan keluar dari krisis yang ada, kita mungkin akan bisa menghadirkan generasi Z-i (Z inovator). Satu generasi yang mampu melihat setiap masalah sebagai sebuah tantangan yang menarik untuk diselesaikan. Satu generasi yang yang menghadirkan banyak inovasi bukan untuk mengejar keuntungan semata namun karena hal tersebut sudah menjadi bagian dari budaya baru kita. Satu generasi yang mungkin akan bisa menghadirkan variasi tahu bulat baru untuk kemudian bisa kita nikmati bersama.

– Eko Nugroho

 

Ref: